Puisi Rindu Seorang Engineer

Telapak tangan baru saja kubersihkan
Lumpur, oli, dan minyak hilanglah sudah
Kuraih handphone untuk membaca pesan istriku
Kubaca duduk di ujung rig berlindung dari angin laut menderu

“Aku ngantuk, mungkin tidur, nanti telepon saja kalau mau, tidak apa-apa”
Begitu pesan istriku, saat dia menungguku saatku tadi bekerja.
Kulihat penunjuk waktu sudah lewat tengah malam
Kukira dia sudah terlelap dalam tidur tak ingin kuganggu.

Seketika lamunanku tertuju padanya
Membayangkan tiap hari menungguku sendiri di rumah
Sibuk mengurus ini itu saat aku tidur di siang.
Menunggu aku selesai bekerja di waktu malam.

Pagi dan petang kami bercakap, itupun sering sebentar.

Sabar Sayang,
Pagi ini kutelepon.
Akupun rindu pulang padamu.
Sabar, semua persiapanku adalah untukmu.

(24 Sep 2013, Rig Hibiscus, SAPI Field.)

You may also like

1 Comment

  1. Sweet 🙂 Rumah sudah di pel, baju sudah habis disetrika, kulkas sudah penuh ini itu. Tinggal istri idola menunggu suami idaman datang ♥

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *