Wedding Playlist

Curhat sedikit dulu ya. Akhir-akhir ini dalam ngurusin pernikahan banyak sekali angan-angan yang saya cita-citakan (beberapa sejak saya masih kecil malah) tidak terealisasi. Di bulan-bulan awal saya sangat idealis. Mau begini dan begitu. Eeh tapi makin ke belakang semangat juang tak lagi 45 rupanya. Akhirnya yang ada malah, “Halah adanya ini, jangan bikin diri sendiri makin repot ah.”

Contohnya nih, yang lagi saya urusin sekarang adalah band. Di balik muka saya yang tegar ini, saya adalah orang yang sangat concern mengenai dunia permusikan pada saat resepsi berlangsung. Mimpi saya muluk-muluk sekali. Yaaa kalau bisa sih, resepsi saya nanti ngundang Maliq & d’essentials. *lalu semesta hening* *lalu tamunya cuma 10 orang karena ga mampu bayar katering* *lalu mantennya cuma self-makeup karena nggak mampu bayar perias*

Lalu mimpi yang muluk sekali tadi turun sejuta level karena Ibu saya minta musik resepsi cuma pakai organ tunggal.

Untungnya setelah saya pasang muka kayak stiker LINE selama beberapa hari, akhirnya Ibu saya menyadari, bahwa pakai band itu lebih keren. Hahaha muka saya langsung sembuh!

Saya dan selera saya yang aneh ini, kepingin banget denger suara saksofon. Tapi ya, gimana lagi ya, namanya juga di desa. Pilihan juga nggak banyak. Dan kalaupun diniatkan untuk mendatangkan band dari Surabaya, pastinya juga nggak murah. Masih banyak yang bisa dibeli lah dengan uang segitu. Beras, minyak goreng, kopi, gula… Sigh kasian banget lah pokoknya saya.

Entah siapa yang bakal disewa nanti, tapi yang jelas saya sudah bikin playlist. Perkara band-nya bisa memainkan atau tidak itu masalah nanti ya. Yang penting ada dulu.

Meskipun cuma buat dibaca aja.

Sigh lagi.

WedPlay

Apa?? Cuma satu? Mana mungkin…

wdpl

Playlist yang saya sendiri pun kalau disodorin bakal nyuruh yang punya hajat buat nyalain mp3 aja deh daripada pakai band.

 
Texture didownload dari http://cloaks.deviantart.com

You may also like

2 Comments

  1. Sempet bikin, dan berharap keputer via mp3. Paling ga d rumahlah diputernya. Krn d gedung uda jelas pake karawitan live sesuai tema. D rumah maunya, daripada diputerin lagi dangdut koplo gitu.
    Tapu d rumahpun tidak terealisasi. Too hectic buat sekedar minta diputerin lagu pilihan. Untungnya yg disetel suaranya org ngaji.jd ya sud.diem.
    *berdoa smoga playlistnya bs keputer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *