Episode Bulan Madu

Tadi pagi saya bangun dan menemukan surat cinta dari suami di nahkas saya.

Blog5
Saya sekarang sedang berada di Bandung menemani suami training serius yang ada ujiannya di akhir acara sehingga harus belajar. Sebelumnya saya menghabiskan sebulan di Balikpapan dan sebelumnya lagi seminggu di Bali. Iya, destinasi bulan madu saya ada di Bali.

Banyaaaak sekali yang jadi pertimbangan dalam berbulan madu karena lagi-lagi kami kehabisan waktu. Tanggal 31 Agustus kami melangsungkan akad nikah dan resepsi, tanggal 4 September kami melangsungkan acara ngunduh mantu dan baru 3 hari setelahnya kami bisa pergi berdua.

Ketika eyang saya tahu saya mengambil paket bulan madu ke Bali, responnya cuma satu, “Kok nggak ke luar negri?” Kata eyang saya cupu kalau bulan madu cuma antar kota luar propinsi. Tapi yaa saya sudah nggak sempat mikir keren-nggak keren, mending lah ketimbang nggak bulan madu blas.

Blog1

Saya dan suami memang sengaja mengambil paket honeymoon. Tepatnya saya yang mengusulkan, beliau yang mengiyakan dan mengurus semua-muanya. Bridezilla always win the game, sodara-sodara..

Saya sendiri menyadur ide sepupu saya, yaitu untuk mengambil paket honeymoon melalui situs Weddingku. Setelah sempat melirik paket Maldives sedangkan suami kepingin banget ambil paket South Korea karena dia berharap bisa ketemu SNSD terus foto bareng dan berharap ditawari (tapi jelaslah nggak mungkin), maka diputuskanlah untuk ambil hotel yang lokasinya di Nusa Dua. Awalnya kebimbangan sempat terjadi karena si calon hotel yang mau kita pilih nggak punya pantai di belakang hotelnya.

Akhirnya ditetapkanlah kita mau menginap di The Hill Villas di Nusa Dua.

Perjalanan ke sana? Kayak dikejar babi hutan laper.

Kami berangkat dari Nganjuk pagi buta naik kereta Arjuna, setelah sampai di Surabaya hal yang dilakukan adalah menulisi nama di kontainer yang akan dikirim via ekspedisi ke Balikpapan. Karena planningnya sepulang dari Bali kami langsung membuka lembaran baru di Balikpapan. Hore! Ucapan para tamu terkabul, Selamat Menempuh Hidup Baru.

Setelah kangen-kangenan sama Surabaya selama sekejap mata, kami berdua mengejar pesawat dengan naik taksi. Setelah itu langsung boarding dan langsung terbang. Bye babi hutan…

 Blog3

Sampai di Ngurah Rai airport kami dijemput oleh pihak hotel dan langsung diantar ke hotel ya jelas lah masak mau diantar pulang lagi. Awalnya saya sempat pesimis waktu mobil jemputannya belok di jalan kecil. “Waduh dibujuki ini, gimana kalau ternyata hotelnya cuman kayak homestay.”, pikir saya.

Tapi begitu masuk villa-nya saya cukup terkesan (apalagi kalau membandingkan dengan jalan masuknya).

The Hill ini ternyata sebuah hotel yang ukurannya kecil. Isinya ada 9 villa yang masing-masing konsepnya private. Jadi semua service diberikan di dalam villa. Mulai dari kolam renang sampai dengan spa, semua tinggal angkat telfon, tanpa perlu angkat bokong. Keren sekali kan, apalagi untuk manten males kayak saya.

 Blog2

Malam pertama kami habiskan dengan candlelight dinner di dalam villa. Hore!! Nggak usah ganti baju!! Menyenangkan sekali rasanya, setelah segala rupa kepenatan selesai, saya dan suami cuma berdua makan di pinggir kolam, dengan suasana tenang dan sangat beradab. Dunia benar-benar milik kami berdua (dan butler yang mengantar-jemput makanan).

Blog4

Malam kedua kami habiskan di Jimbaran. Karena badan masih capek bawaan kerja rodi kawinan, pikiran saya sudah pingin balik aja, tiduran di balai-balai sambil menemani suami download aplikasi. Hari berikutnya kami makan siang di Pa-on Nusa Dua karena dapat voucher gratisan. Hehehe. Tempatnya di tepi Benoa yang sayangnya bernuansa Jawa. Lhaaa saya ini orang Jawa jauh-jauh ke Bali malah lihat dokar sama becak.

Di hari terakhir, kami pijet. Tempatnya ya di balai-balai villa. Baru bangun tidur, sarapan diantar ke villa, selesai sarapan terapisnya datang. Nikmat sekali. Semacam exorcism arwah jahat bridezilla dari dalam tubuh saya lah. Setelah itu kami checkout dan pindah hotel di Kuta.

Hotel apakah? Tune Hotels Kuta. Jangan dilihat cupunya. Lihat sisi positifnya. Karena kami cari hotel termurah yang terdekat dengan pantai Kuta.

Kamarnya nggak bisa dibandingkan dengan hotel bulan madu utama lho ya. Tapi di bulan madu yg ekstensi ini kami nyewa motor. Dan enaknya persewaan motor, travel ke NgurahRai semua tersedia di hotel (dengan biaya tambahan). Berbekal GoogleMaps saya dan suami malah kemana-mana. Motor kami sewa sehari dengan harga Rp. 50.000-, Dalam semalam saya pergi ke Krisna cari oleh-oleh, menikmati sunset (yang ternyata lebih bagus daripada di Jimbaran), makan di Beach Walk dan bonus nyasar di Legian yang makin-sempit-gangnya-makin-meriah-barnya dan yang sexy-dancer-bar-nya-kelihatan-dari-jalan.

Keesokan harinya kami terbang menuju Balikpapan. Rumah saya yang baru. Liburan sudah selesai sodara-sodara, saatnya menghadapi dunia orang dewasa!

You may also like

5 Comments

  1. Happy wedding Ade & Chacha..
    Semoga bahagiaa selalu..

    PS: Tetiba nyasar disini.. Salam kenal Chacha.. Saya Chichi temennya Ade waktu di UI dulu 🙂

  2. Buahaha, iseng intip fb ade yang lagi hajatan (16 okt?). Ternyata istrinya pinter nulis. Salam kenal ya chacha, happy wedding! Tulisanmu renyah seperti pangsit (edisi belum sarapan, haha).

    1. Halo Mbak Narunarupi 🙂 dengan senang hati, salam kenal juga. Hajatannya sudah sejak Agustus-September Mbak. Yang bulan Oktober hajatan training. Cuma baru sempat nulis soalnya baru sempat nebeng laptop Mas. Hehe.. Terimakasih sudah berkunjung 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *