Minggu Keempat (Bulan Pertama)

mg 4

Sebelum hamil dulu saya nggak habis pikir, kenapa umur kehamilan mesti dihitung berdasarkan minggu dan bukan bulan. Ketika menanyai orang-orang hamil pun pertanyaan saya selalu “Berapa bulan?” dan seringkali dijawab dengan “Sekian minggu.” kemudian meninggalkan saya dengan perhitungan matematika ini-berapa-bulan-angka-pembaginya-empat-apa-lima.

Tetapi setelah saya ngalami hamil sendiri, otomatis saya bertanya ke orang yang senasib dengan format waktu minggu. Dan saya jadi bingung kalau ditanyai dalam format bulan.

Apa nggak susah mengingat-ingat sudah berapa minggunya?
Ooh tentu saja saya sering sekali lupa. Sering saya jawab kira-kira.

Sebenarnya jembatan keledainya gampang. Sering-sering buka aplikasi kehamilan di gadget anda. Kan ada tuh disitu umurnya.

Di minggu ini saya akhirnya USG perdana. Di ruang tunggu, saya satu-satunya pasien yang punya perut paling rata dan bisa duduk sambil menyilangkan kaki. Ya iyalah lainnya perutnya sudah segede semangka.

Kesimpulan:
Umur: 4 minggu
Berat badan: 46 kg (menurut timbangan Rumah Sakit lho ini)

Keluhan pagi hari: mual, lemas. Beruntung saya nggak gampang muntah. Cuma hoek-hoek tapi saya muntah hanya sekali-dua kali saja. Tapi rasanya lemassssss sekali. Setiap bangun tidur mesti nggak bisa langsung bangun. Beruntung suami saya baiiiik sekali. Saya ditungguin terus dan dibikinkan teh hangat tiap pagi.

Keluhan malam hari: perut saya rasanya kayak orang lagi dismenorrhea / dilep. Kayak mau mens tapi nggak mens. Jadi kalau mau tidur pasti melewati fase gelisah dulu.

USG: dari gambaran USG-nya kelihatan ada dua kantong. Kata dokternya ada kemungkinan kembar. Tapi untuk memastikannya dilihat lagi bulan depannya, kantongnya ada isinya semua apa nggak. Suami saya hepi sekali. Langsung deh keluar Rumah Sakit berasa kayak J.Lo sama Marc Anthony yang punya bayi kembar.

Keinginan makan: perlu diingat, saya punya banyak sekali keinginan makan. Apalagi sejak tinggal di Balikpapan. Hhh rasanya selalu keingat sama makanan-makanan Surabaya. Jadi sulit sekali untuk dibedakan mana yang ngidam mana yang rakus.

Bikin mual: mencuci piring, membuka kulkas, bau suami habis pulang kerja, bau uleg-uleg, memasak.

Kegiatan favorit: nggak ada. Bahkan berdiri ngantri di kasir bikin lemas.

Vitamin yang diminum: Vomilat

You may also like

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *