Setiap gadis pasti memiliki impian masing-masing tentang seperti apa pasangan hidup mereka nantinya. Dulu, jaman saya SMA, saya sangat termimpi-mimpi oleh tokoh dalam novel trilogi Indiana yang ditulis oleh Clara Ng.
Indiana sebagai tokoh utama adalah seorang pekerja kantoran biasa yang hidupnya berubah menjadi luarbiasasetelah ia berjumpa dengan Francis Marijono. Francis Ellison Marijono lengkapnya.
Bum! Tokoh Francis seketika menjelma menjadi pangeran berkuda putih saya.
Francis yang anak orang kaya, yang seingat saya waktu itu jadi CEO perusahaan multinasional dan namanya seliweran di majalah bisnis, serta bisa mampu mencarter pesawat ke Singapura hanya untuk memberi surprise dinner buat Indiana.
Selain itu?
Sangat kental di bayangan saya Francis yang bertubuh tinggi, ramping, menyesap setidaknya 5 gelas kopi sehari, berkemeja sejak saat ia selesai mandi pagi sampai mau tidur malam, wangi parfum mahal, dan pastilah perutnya sixpack.
Ada lagi?
Francis yang romantis. Buktinya? Trilogi Indiana diakhiri dengan Francis menyusul Indiana ke Bali. Saat senja ia berlutut dengan satu kaki di tepi pantai saat matahari mulai terbenam dan melamar Indiana. Ha! Siapa coba yang tidak mau dibegitukan?
Sejak saat itu saya memutuskan untuk menjadikan Francis sebagai impian saya.
Tahun berganti, tapi saya tak kunjung bertransformasi jadi cewek super cakep buat bisa menarik hati pria selevel Francis.
Lalu? Apa yang terjadi berikutnya?
Yang terjadi selanjutnya adalah rencana Tuhan.
Bukan Francis, tapi Ade Bayu.
Ade Bayu yang jangankan necis, pakai kemeja saja menunggu kalau mau ketemu calon mertua. Bahkan melamar saya di tepi pantai pasti sama sekali nggak akan terlintas di pikirannya seumur hidupnya.
Kecewa kah saya? Tidak sama sekali.
Mungkin dia nggak seindah Francis, tapi dia salah satu dari sekian hal yang terbaik yang pernah terjadi pada saya.
Dan percaya atau tidak, tadi sore saat tengah menyopir dan terjebak macet saya menyadari. Jarak antara dirinya dan Francis tidak terpaut sangat jauh. Dari 3 paragraf diatas mengenai hal-hal yang membuat saya jatuh terpesona pada Francis, setidaknya 7 hal saya temukan di pacar saya.
Setelah tujuh?
Begini. Dia nyata, meskipun nggak bisa ditemui setiap hari. Bukan fiktif. Dia akan dan selalu ada untuk saya. Itu cukup bagi saya untuk mengungguli deskripsi tiga paragraf mengenai Francis.
Jadi mau apa lagi saya? ~