Ungu Undanganku

PGS dan JMP sepertinya adalah tempat yang wajib dikunjungi oleh para calon pengantin. Kalau ada yang sering check-in Foursquare di salah satu tempat tadi, bisa dipastikan kalau dia mau kawin.

Saya sampai bosan pergi ke sana. Perihal mengantar teman-teman yang mau kawin, sampai membeli kain seragam untuk saudara yang tidak kunjung rampung.

Kemarin saya pergi ke PGS lagi (mudah-mudahan untuk yang terakhir kalinya di tahun ini, Amin) tujuannya adalah mengambil undangan.

Yeiyy! Akhirnya dari semua down payment yang dibayar sudah ada yang memiliki wujud!

P1070358Edit

Begitulah wujudnya.

Nggak heboh karena undangan yang heboh ternyata harganya mahal.

Nggak ada fotonya karena nggak mau muka saya berakhir di tempat sampah.

Undangannya saya pesan di Trikarta, Pusat Grosir Surabaya lantai I. Menurut saya undangan di sana cantik-cantik desainnya dan pengerjaannya cepat. Dijadwalkan undangan saya jadi pada akhir Juli tetapi ternyata akhir Juni kemarin sudah bisa diambil. Kerapian poinnya 7 dari 10. Yaa namanya juga produksi massal. Harganya menurut saya juga sesuai dengan barangnya. Dan yang penting nggak ada salah cetak. Saya sampai ngimpi, di undangan bukan tertulis nama saya dan Pacar melainkan nama pasangan lain.

Saran saya, kalau membeli undangan lebih baik langsung ke percetakannya. Kayak di PGS nih, biasanya kan toko-toko yang jual souvenir tuh menjual undangan juga, nah kata orang-orang lebih murah kalau membeli di percetakannya langsung.

Menurut saya penting juga untuk memilih vendor berdasar pendapat orang. Misalnya, saya tahu Trikarta ini dari teman saya. Dan saya juga pernah dikirimi undangan yang dibuat sama si Trikarta ini. Jadi ya, kita lebih bisa memprediksi seperti apa hasilnya, rapi atau tidaknya.

Last but not least, hal-hal cantik seperti emboss, huruf silver, gold, kertas timbul, bungkus mika, itu menambah biaya. Tuh kan, dimana-mana beauty is pain!

Continue Reading