H-7: Memangnya Calon Manten Seharusnya Ngapain? II (Sekuel)

H-7, saya masih terapung di lautan,. Pagi-pagi buta saya dijemput sopir untuk pergi melaut karena jam 6 tepat kapal penjemput datang. Itupun sehari sebelumnya saya habis turun dari laut wilayah lain. Teman sopir bertanya, kenapa saya tidak pulang, biasanya saya jawab ringan dan bercanda. Jam 9 pagi saya sampai platform, membuka pintu kabin, dan terkagetlah teman-teman di dalamnya, “kamu ngapain kesini??? pulang pulang pulang, dicari orang rumah itu”. Seperti biasa saya menjawab enteng, “Tenang pren, nanti sore aku balik lagi, cuma jalan-jalan ini.” Terkesan bercanda, tapi memang iya, sorenya saya balik ke darat lagi. Satu hari ini hanyalah untuk menyelesaikan urusan-urusan berkas-berkas, bukan untuk melakukan pekerjaan utama. Sorenyapun saya pulang, jam 8 malam baru sampai kediaman, jam 9 ini, saya di kantor, di malam minggu. Bertemulah dengan rekan saya dan menanyakan pertanyaan sama, mengapa masih di sini. Dan seperti biasanya, jawaban saya enteng-enteng saja. Saya juga disarankan teman untuk mengambil perawatan sebagaimana layaknya calon pengantin lain, saya jawab, “besok saya masih ke laut, banyak minyak-gas-oli dan asep di sana, tar kotor lagi, lusa aja”. Mungkin terdengar ngeles, tapi padahal memang iya, banyak sekali polusi memang di tempat lokasi saya bekerja. Jadi situasinya memang berbeda dengan yang ada di kota, di ruangan sejuk tanpa radikal bebas beterbangan di sekitarnya.

Saya sadari bahwa menurut kebiasaan umum, tidaklah demikian. Biasanya, khalayak umum akan segera mengambil semua cutinya, sudah duduk ayem tenang, facial, luluran, perawatan, berdiam diri di rumah, update-update media sosial. Tujuannya memang baik, untuk menjaga diri dan kesehatan. Namun kadangkala, variabel-variabel lingkungan, tidaklah selamanya seperti apa yang umum perkirakan. Saya masih jauh disini pada dasarnya agar nanti tidak ada tanggungan-tanggungan pekerjaan lain, apabila semua diselesaikan, tentulah liburan tidak perlu memikirkan urusan pekerjaan. Dan hal ini akan membawa akibat bahwa liburan akan benar-benar dinikmati dengan pikiran tenang.

Tentunya urusan-urusan ritual berkenaan dengan persiapan jelang hari H akan kami selenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Mungkin seperti tulisan-tulisan sebelumnya, saya terkesan sering mendadak-dadak dalam mengerjakan sesuatu. Begitulah, hidup memang penuh kejutan 😀

Baiklah, untuk kali ini, tulisan saya pendek dulu, saya mesti meneruskan beberapa kerjaan di kantor. Insyaallah, nanti akan saya lanjutkan dengan posting yang lebih bergambar. Sampai ketemu di acara kami, teman-teman. Mari saling bertatap dan tersenyum.

You may also like

2 Comments

  1. Ahahaha sumpah mas baca blog-mu ngakak2 tengah malam padahal lg nonton CSI *jadi gak fokus nonton*. Pasti mbak cacha tiap hari ngakak deh kalo sama mas ade, apalagi ntar berganti status. Ciecie..

    1. Hahahahaha, lha bagaimana lagi, tentunya dalam mengarungi lautan masakan hidup akan ada bumbu-bumbu beraneka rasa, ada tawa-tangis. Sing penting racikane pas ben gayeng iki Mas Hedy 😀

Leave a Reply to hedy Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *