H-7: Memangnya Calon Manten Seharusnya Ngapain?

44

Sebenarnya ini kejadian beberapa hari yang lalu ketika saya nongol di acara halal bi halal RSUD Nganjuk buat bagi-bagi tiket jalan-jalan gratis ke bulan undangan. Beberapa penerima undangan nanya ke saya, “Lho nggak dipingit?”

Ibu saya yang lalu menjawab, “Lho kalau dipingit nanti persiapannya nggak jalan.” Beberapa dari mereka ada yang juga menyalami saya dengan muka heran. Nggak tau tuh heran kenapa.

Entah heran karena 1. Muka saya masih kayak anak SMA, 2. Muka saya kumel kayak orang pedalaman yang ga kenal rumah kecantikan, 3. Nggak ada aura manten-mantennya sama sekali, 4. Badan saya kekurusan kayak model Victoria’s Secret.

Tetapi memang, ngurusin acara mantenan yang cuma buat beberapa jam ini rasanya nggak kelar-kelar. Bahkan sampai sekarang Bapak saya masih saja mengirimi nama-nama yang akan diundang ke acara nanti.

Belum lagi ditambah dengan Pre Marital Syndrome. Percayalah, sindrom seperti itu ada dan bisa menimpa kita *kayak iklan vaksin*.

Dulu ketika teman-teman saya mengalaminya, saya menggampangkan. Saya pikir itu cuma penyakit buat orang yang bisa berbahasa Inggris perfeksionis saja. Penyakit orang-orang yang acara nikahannya dilangsungkan di kota. Tidak di desa seperti saya.

Beberapa teman saya yang akan menikah dalam waktu dekat-dekat ini juga mengalaminya. Bila saya diberi kesempatan untuk menggambarkan perasaan saya saat ini, inilah:
quote
Iya. Seperti itulah quote menye-menye-nya.

PMS saya makin meningkat, karena beberapa orang tidak mengerti dan saya dituntut untuk selalu tampil oke setiap saat. Dan memang seharusnya seperti itu. Saya harus tampil oke, tidak panik, meskipun saya sedang kecemplung di tengah Danau Toba dan nggak bisa berenang. Tapi di tengah Danau Toba kan ada Pulau Samosir ya. Hahahaa..

Pingiiiin deh rasanya memutar jam dinding dan membalik kalender supaya besok jadi tanggal 31! Supaya sindromnya ganti. Jadi pre honeymoon syndrome, mungkin?

You wish!

You may also like

6 Comments

  1. Hahaaa..ya itu sebetulnya tujuan dipingit jaman dulu. Biar calon manten tenang, ga ngurusi pandangan orang,bisa perawatan dsb dsb. Tapi itu cuma berlaku buat putri keraton ayu yang tinggal terima jadi duduk manis di pelaminan.

    1. Ih Sin aku kangen nge-mall nih, kayaknya PMS-nya bakal sembuh ntar kl pergi ke mall :p hahaha ga ada korelasinya ya.

  2. Hahaaa.ya ada lah.klo ke mall,km ketemu bnyak org tapi ga ada yang nanyain.bisa santaii *ikut mengada2
    mas ade bikin sekuelnya tuh, ada yg extended version ga?hahaha

    1. Kalau aku bikin yang extended version ntar ditambahin sama Mas Ade yang remix version featuring DJ siapaa gitu :p ga selesai-selesai lah..

  3. Okeeey.. Now I believe that pre marital syndrome does exist!LOL iya bener sinta… Kalo dipingit trus apa kabar catering,undangan,kebaya dsb? Hihhihihi….

    1. Mungkin ya pre-marital syndrome bisa hilang kl pakai event organizer, kita tinggal yes ma’am yes sir aja. Hehehe.. Banget Nay, ini aja persiapan masih bolong-bolong. Banyak yang kelupaan ga diurus :p saking malesnya aku juga sih.

Leave a Reply to Chacha Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *